
Dalam kehidupan setiap manusia, diperlukan keputusan terhadap berbagai hal baik itu yang krusial maupun yang sepele. Apa pun itu keputusan yang akan kita buat, harus diselaraskan terhadap prioritas, waktu, nilai, dan berbagai faktor lainnya. Memahami hidup secara mendalam dan meluas akan membantu kita menjadi bijak dalam mengambil keputusan.
Mengambil Keputusan Melalui Pemahaman Hidup Mendalam

Dalam kehidupan sehari-hari, baik itu bekerja, berbisnis, maupun belajar, sering kali menghadapi pilihan-pilihan. Keputusan yang kita ambil terhadap pilihan tersebut bisa berpengaruh ke diri sendiri maupun pihak lain. Menentukan keputusan sudah seharusnya didominasi oleh pikiran dan tindakan kita.
Meski begitu faktor eksternal bisa menjadi sumber ide dalam menentukan keputusan. Bukan berarti pihak lain serta merta bisa memaksa atas pengambilan keputusan kita. Kita bebas dalam berpikir dan bertindak tapi kita juga bertanggung jawab terhadap apa yang kita pilih.
Intinya adalah bagaimana kita prioritas terhadap hal baik. Hindari hal-hal lain terutama yang cenderung mengarah ke hal negatif. Pemahaman akan baik buruk itu sendiri bisa berbeda tiap orang, sumber mereka juga bisa beragam. Setiap keputusan yang baik maupun buruk, punya manfaat dan konsekuensi masing-masing.
Untuk memastikan kita tidak menyesal dalam pengambilan keputusan, kita perlu mendalami kehidupan kita yang terdapat berbagai faktor. Berikut beberapa faktor yang perlu diupayakan dalam mengambil keputusan dalam hidup:
1. Memandang secara luas
Sudut pandang luas sangat penting dalam mengambil keputusan. Semakin luas pandangan kita, maka akan semakin bijak perlakuan kita terhadap suatu masalah. Sedangkan jika kita berpikiran sempit, keputusan yang diambil bisa kurang objektif atau kurang relevan.
Untuk bisa berpandangan luas, kita perlu pengalaman yang cukup dan wawasan memadai. Mereka yang sudah berpengalaman, punya sudut pandang sesungguhnya karena relevan dengan isu terkait. Sementara teori yang mencukupi juga penting selain dari pengalaman.
Solusi untuk mendapatkan pandangan yang semakin luas adalah dengan berdiskusi bersama orang lain. Kita bisa dengarkan apa saja ide mereka terhadap masalah terkait. Pahami bagaimana cara mereka memandang dan kebenaran yang mereka sampaikan.
Ide dari pihak lain semakin berharga jika mereka punya pengalaman akan hal itu. Hargailah pengalaman karena merupakan pengajar yang bermanfaat bagi hidup seseorang. Intinya adalah jangan sampai kita hanya condong pada satu atau dua sisi saja. Banyak sisi yang harus kita perhatikan terutama jika itu adalah masalah yang kompleks.
Lihat juga : 8 Kunci Menjalani Hidup dengan Bijaksana
2. Keuntungan yang didapat
Dalam kehidupan manusia, keuntungan adalah salah satu poin yang dituju. Mendalami keputusan harus berdasarkan nilai yang bisa kita dapatkan darinya. Jika peluang kerugian diprediksi lebih besar, perlu dipertimbangkan keputusan lainnya.
Bukan hanya fokus terhadap keuntungan diri sendiri saja, ada kalanya kita perlu fokus pada keuntungan bersama-sama. Untuk mendapatkan nilai lebih tinggi, kita perlu sadari bahwa pengorbanan besar terkadang diperlukan. Misalnya untuk menjadi juara kelas, kita perlu mengorbankan waktu main kita.
Sama halnya dengan jika ingin mendapatkan keuntungan besar dalam bisnis, perlu risiko tinggi dan pengorbanan waktu luang. Nilai yang besar juga bisa menjadi sumber motivasi. Karena tahu tujuannya adalah hal yang besar, kita menjadi mudah untuk memastikan keputusan tanpa keraguan. Jika nilai yang kita tuju tidak jelas atau kurang berharga, kita bisa lebih ragu dalam menentukan keputusan.
3. Pertimbangan waktu
Mengambil keputusan tidak bisa selalu dalam waktu yang cepat. Terkadang, butuh banyak waktu agar kita bisa mendapatkan keputusan yang menjanjikan. Misalnya untuk rencana pengembangan produk, atau perluasan pasar, analisis bisnis pun harus dilakukan.
Tergantung dari waktu yang digunakan, pengambilan keputusan bisa matang atau masih mentah. Hindari mengambil keputusan secara terburu-buru karena cenderung menghasilkan keputusan bias. Kita bisa keliru bertindak, melakukan persiapan, dan berpikir, jika dilakukan secara terburu-buru.
4. Keseimbangan logika dan emosi
Dalam pemahaman MBTI, manusia memiliki dua kecenderungan yaitu dominasi logika atau emosi. Untuk pengambilan keputusan yang bijak, kita perlu keseimbangan emosi-logika tersebut. Jika kita ambil keputusan tanpa logika yang cukup, biasanya hasilnya tidak netral dan kurang rasional.
Emosional yang terlalu tinggi bisa memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan menyeluruh. Semakin stabil emosi, akan semakin jernih pikiran dan bisa lebih berpikir meluas. Saat emosi kita tidak stabil, tidak disarankan untuk mengambil suatu keputusan. Sementara jika kita terlalu logis dalam mengambil keputusan, hasilnya bisa kurang memperhatikan kepentingan pihak tertentu.
Meski keputusan yang berlandaskan logika penting, tapi jika berlebihan, bisa menyakiti perasaan pihak tertentu. Jadi praktik terbaik adalah mengandalkan perasaan/ empati sekaligus logika. Tapi jika Anda siap untuk mengatasi konsekuensi, Anda bisa pilih dominasi logika maupun empati.
Lihat juga : Cara Melihat Segala Hal dari Sudut Berbeda
5. Berdoa
Berdoa bukan hanya bermanfaat dari sisi spiritual saja tapi juga untuk ketenangan diri. Dengan berdoa, keraguan kita bisa berkurang dan kita tidak akan terlalu menyesal jika hasilnya di luar perkiraan. Pada setiap keputusan Anda, lebih baik disempurnakan dengan doa. Berdoa harus secara tulus dan jelas terhadap apa yang kita tuju dan inginkan atas kehendak Tuhan.
Cobaan Atas Keputusan Terhadap Kehidupan
Mengambil keputusan penuh akan cobaan, dan kita harus memahaminya juga. Berikut beberapa di antaranya:
1. Gangguan di sekitar
Terkadang untuk mengambil keputusan, kita bisa terganggu hal-hal di sekitar kita. Bisa dari yang sepele misal kebisingan, atau yang serius seperti masalah keluarga. Meski kita dilanda berbagai cobaan tersebut, pengambilan keputusan harus tetap dilakukan.
Seakan-akan kita harus menjadi robot yang tak terpengaruh terhadap faktor lainnya. Mengesampingkan sisi lain pun diperlukan agar gangguan di sekitar kita tidak berdampak buruk terhadap pengambilan keputusan.
2. Relevansi dengan perkembangan dunia
Karena perkembangan dunia yang semakin cepat dan kompleks, mengambil keputusan bisa lebih susah. Keputusan valid yang kurang lebih sama pada beberapa tahun lalu bisa menjadi salah untuk tahun sekarang. Kita harus bisa selaras dengan hidup yang semakin kompleks dan modern.
3. Batasan kehidupan
Karena ada batasan tertentu, pengambilan keputusan bisa menjadi tidak leluasa. Misalnya saja kehendak keluarga, harta, tenggat waktu, dan faktor lain sebagainya. Semua itu bisa membatasi keleluasaan dalam mengambil keputusan.
Sudah menjadi pilihan kita untuk melewati batas atau tidak untuk mengambil keputusan paling bijak. Tapi kita harus paham bahwa melewati batas itu terdapat konsekuensi tersendiri. Kita perlu menghadapi setiap konsekuensi dan mensyukuri hasil baik yang kita dapat.
Alih-alih menyesal berkepanjangan terhadap hasil yang kurang baik, kita bisa ambil setiap pelajaran. Mengambil keputusan berarti pengalaman berharga yang bisa mengajarkan kita untuk lebih baik. Kita perlu selalu ingat juga bahwa apa saja tindakan dan keputusan dalam hidup bisa butuh pengorbanan.
Selalu berupaya keras, pertimbangkan banyak aspek, seimbangkan emosi-logika, dan sempurnakan dengan berdoa. Semoga pembahasan kali ini bisa menjadi sumber inspirasi berharga untuk Anda semua dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
